Minggu, 27 Maret 2011

suku aztec

suku-suku di luar indonesia.... ehhh

oke kan....:) :)

Aztek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pengorbanan manusia pada zaman Aztec, dari Codex Magliabechiano
Suku Maya adalah kelompok suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur.
Suku yang pada zaman batu mencapai kejayaan di bidang teknologinya (250 M hingga 925 M), menghasilkan bentuk karya dan peradaban unik seperti bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumurnya yang disebut "cenotes". Cara mereka berkomunikasi dan mendokumentasikan tulisan: Tulisannya menggunakan gambar dan simbol, yang disebut "glyph". Ada dua macam glyph: yakni yang menampilkan gambar utuh dari benda yang dimaksudkan, dan tipe yang menggambarkan sesuatu sesuai dengan suku katanya. Misalnya kata "balam: jaguar", digambarkan dengan kepala binatang tersebut, atau dengan tiga suku kata "ba"-"la"-"ma" yang terdiri dari tiga gambar sejenis mangkok/tempurung. Suku ini juga mengenal kecantikan seseorang, dengan membuat tempurung kepalanya menjadi rata, dengan cara mengikatkan papan di dahi dan tempurung belakang pada bayi/kelahiran anak, sehingga pada waktu dewasa mereka merasa anggun dengan memiliki tulang dahi yang rata.

[sunting] Legenda

Aztek merupakan satu dari beberapa kebudayaan, yang disebut secara umum sebagai "nahuas" mengikut bahasa mereka. Ketika kaum Aztek sampai ke lembah Anahuac, mereka dianggap oleh nahuas lain sebagai yang paling tidak berperadaban, jadi mereka memutuskan untuk belajar, dan mengambil dari kaum- kaum lain, mereka banyak belajar dari Toltec tua (yang sering dikelirukan dengan kebudayaan Teotihuacan yang lebih tua. Kaum Aztek menggabungkan beberapa tradisi dicampurkan dengan tradisi mereka sendiri. Karena itu mereka mempunyai beberapa mitos penciptaan, satu darinya menggambarkan empat era sebelum dunia sekarang, kesemuanya berakhir dengan malapetaka. Era kelima akan kekal disebabkan pengorbanan hero kepada matahari. Dongeng ini dikaitkan dengan kota tua Teotihuacan, yang telah musnah ketika kaum Aztek tiba. Mitos yang lain menggambarkan dunia sebagai ciptaan dewa kembar, Tezcatlipoca dan Quetzalcoatl. Tezcatlipoca kehilangan kakinya dalam proses ciptaan dunia dan semua gambaran dewa ini menggambarkan Tezcatlipoca tanpa kaki dan menampakkan tulang. Quetzalcoatl juga dikenali sebagai Tezcatlipoca Putih.
Menurut legenda, mereka mengembara ke Lago de Texcoco di Meksiko Tengah dari suatu tempat di utara yang dikenali sebagai Aztlán. Mereka dipandu oleh dewa mereka Huitzilopochtli. Ketika mereka tiba di sebuah pulau di tengah danau, mereka melihat burung elang memakan seekor ular ketika bertengger di atas kaktus nopal, gambaran yang sesuai dengan ramalan yang menyuruh mereka membuat pemukiman baru di situ. Kaum Aztek membuat kota mereka yang dikenal sebagai Tenochtitlan. Tempat tersebut, pada masa sekarang merupakan pusat kota Meksiko. Burung Elang legendaris itu pun juga terdapat dalam bendera Meksiko.

Kota Inca yang Hilang March 30, 2008

Posted by agusdd in Sejarah.
trackback
Budaya suku Inca kemungkinan berpadu dengan kebudayaan suku sebelumnya yang sudah sejak ribuan tahun lalu tinggal di Peru
Kerajaan Inca adalah sebuah kerajaan kuno yang telah ada sejak ratusan tahun lalu dan musnah ketika bangsa Spanyol memasuki wilayah Amerika Selatan. Suku Inca dengan ibukota Cuzco atau Qosqo, sekarang Peru terletak di sisi paling selatan tepatnya dipegunungan Andes, berakhir pada 1533 masehi. Inca disebut sebagai peradaban “pra-Columbus, artinya sudah ada sejak sebelum kedatangan Christopher Columbus. Selama periode tersebut, Inca menguasai sebagian besar wilayah Amerika Selatan bagian barat.
Sejarahwan mencatat, Inca dengan raja terakhir Atahualpa disebutkan tewas karena terbunuh oleh tentara Spanyol bernama Francisco Pizarro. Karena sejak peperangan tersebut selama 400 tahun, Inca yang disebut juga kota benteng hilang dari peradaban sejarah. Hingga pada pertengahan 1911 banyak orang menganggap cerita yang turun temurun ini hanyalah dongeng dikalangan suku indian.
Penemuan suku Inca berhasil terungkap berkat ekspedisi yang dilakukan oleh Profesor Hiram Bingham dari Yale University. Dalam perjalanan penjelajahan yang berlangsung Juni 1911, Bingham diikuti staf dan asisten pembantunya, melakukan penelusuran ke jalur yang belum pernah dilewati, yakni lembah Urubamba yang terletak diwilayah selatan Peru. Penemuan berumla dari petunjuk seorang pemilik penginapan kecil yang menunjukkan sisa-sisa peninggalan suatu suku. Baru ketika dicari petunjuk lain dengan menyusuri wilayah gunung maka ditemukanlah kota hilang suku Inca yang berada di pegunungan Andes.
Perpaduan kebudayaan
Meski telah hampir 100 tahun penemuan peradaban Inca terkuak, hingga kini masih banyak misteri yang belum terungkap. Jumat (15/3) peneliti dari Peru kembali melaporkan ditemukannya puing-puing bekas jalan, candi kuno, dan sistem irigasi yang dibuat pada awal berdirinya kota kerajaan Inca, Cuzco. Candi yang baru ditemukan ini menurut peneliti merupakan kebudayaan yang ada sebelum suku Inca melekat di Peru. Dilokasi ini ditunjukkan adanya pelaksanaan ritual kepercayaan dan juga perlakuan militer.
Ahli arkeolog Inca, Oscar Rodriguez mengatakan ada 11 kamar yang didalamnya tersimpan mumi dan patung. Bangunan ini sebagiannya adalah hasil renovasi bangunan lama yang disebut umurnya jauh lebih tua dari suku Inca sendiri. “Ini adalah perpaduan antara suku Inca dan kebudayaan suku sebelumnya, ini adalah konsekuensi,” ujar Washington Camacho, direktur Sacsayhuaman Archaeological Park. Bangunan ini diubah dari arsitektur sebelumnya yang itu adalah lebih kuno dibanding Inca.
Kebudayaan yang kejam
Peneliti menduga, ada kesamaan antara suku-suku yang tinggal diwilayah tersebut sama dengan kebudayaan Inca waktu berdiri. Suku ini kemungkinan menjadi penyembah matahari dan memiliki tradisi yang kejam. Setelah Inca muncul dan mengalahkan suku tersebut, maka warisan kebudayaan yang sama membuat Inca merenovasi dan membuat kepercayaan pada para dewa semakin kuat. Penemuan ini terungkap berdasarkan penemuan mumi anak-anak berusia 15 tahun yang diperuntukkan bagi sang dewa. Dari helai-helai rambut yang ada diketahui bahwa anak tersebut digemukkan sebelum dikorbankan.
“Kami mempelajari sejarah dari rambut anak ini untuk mengetahui cerita masa lalu,” ujar Andrew Wilson, seorang arkeolog di Universitas Bradford, Inggris dalam temuannya yang ditulis di Proceedings of the National Academy od Sciences, pada tahun lalu. Pengukuran radio isotop yang ada memperlihatkan, setahun sebelum anak tersebut dikorbankan, mereka diberi makanan mewah seperti daging dan jagung. Makanan ini adalah pengganti jenis makanan karbohidrat seperti kentang yang biasa dimakan oleh anak ini.
Tiga atau empat bulan sebelum dikorbankan, ritual anak ini lebih mengerikan. Tumbal yang sudah siap dibawa ke gunung dan pada periode itu diberi makan yang dicampur dengan racun. Bukti-bukti kematian mumi kecil yang dinamai Llullaillaco Boy ini sangatlah tragis. Selain racun juga ditemukan adanya indikasi kandungan obat halusinasi. Anak sebagai tumbal ini oleh peneliti diduga mati bukan karena racun melainkan karena suatu tragedi penyiksaan secara perlahan akibat halusinasi. Ini terbukti dari temuan pakaian yang melilit ketat dan tulang rusuk yang patah serta t
Bushman - BotswanaMay 28, '08 7:19 AM
for everyone
Kalo ingin survive di tengah kerasnya kehidupan, nggak ada salahnya jika kita belajar kepada Suku Bushman atau San-man, sang penguasa Gurun Kalahari di benua Afrika. Kebayang nggak sih gimana manusia bisa hidup di gurun tandus yang super duper luasssssss dikelilingi antelope, cheetah, hyena, singa , macan dan ribuan hewan buas yang siap memangsa kita kapan saja dimana saja. hiiiiihh…. sueraaamm…..Kalo gitu, suku Bushman ini manusia yang terbuat dari apa ya??pemberani,tangguh,kuat namun tetap begitu polos dan baik hati.Terharu banget lho liat kehidupan mereka di film Gods Must Be Crazy.

Suku Bushman adalah suku bangsa asli Afrika yang tersebar di beberapa negara antara lain Botswana, Afrika Selatan , Zimbabwe,Lesotho, Mozambique , Swaziland , Namibia dan Angola. Namun saat ini ,hampir sebagian besar populasinya atau sekitar 55.000 suku Bushman hidup di Botswana,sebuah negara kering di sebelah utara Afrika Selatan.

Hidup di tengah kerasnya alam mengajarkan suku Bushman menjadi seorang pemburu dan botanis sejati. Mereka dapat mengenali lebih dari 300 jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan makanan atau mempunyai khasiat sebagai obat dan juga tanaman beracun yang wajib dihindari hanya lewat bentuk, rasa , bau dan insting tajam manusia gurun.Berhubung di tengah Kalahari tidak ada apotek yang menjual obat-obatan, Suku Bushman menggunakan aneka kaktus sebagai obat tradisional yang diramu dengan sangat sederhana.

Boro-boro apotek, nyari air saja susaaaah. Gurun Kalahari kering kerontang dan hanya mengaharap datangnya hujan untuk menampung air. Lantas ,suku Bushman minum air dari mana coba?? Ternyata mereka menghisap air melalui tumbuhan yang mengandung air atau nyari air di bawah akar alang-alang Ooohhhhh……

Bushman juga dikenal sebagai bangsa pemburu sejati dengan binatang buruan yang tidak maen-maen buasnya.Binatang favoritnya adalah antelope, binatang bertanduk mirip-mirip rusa tapi lebih galak dan liar. Udah gitu,senjatanya juga hanya sederhana saja yaitu panah beracun seperti senjata kebanyakan suku pedalaman di dunia ini. Sederhana tapi mematikan…

Suku Bushman ternyata juga berbakat dalam bidang seni lukis dan selalu mengekspresikan lingkungan, keyakinan dan ritual sukunya melalui lukisan yang banyak kita temukan di batu-batu dan ratusan gua di seluruh Gurun Kalahari. Maklum aja jika mereka bisa menjadi pelukis binatang yang handal, lha wong kerjanya mengamati binatang selama ber-jam-jam sebelum membunuhnya dengan panah beracun. Tidak heran jika mereka dapat menggambar binatang dengan ukuran dan bentuk persis dengan aslinya. Wah… kalo gitu , ayo kita les menggambar pada suku Bushman!!!


  

Prev: Zulu - South Africa
Next: Tuareg - Mali
ulang panggul yang bergeser.

Suku Badui (Arab)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Baduy juga adalah nama sebuah kelompok masyarakat adat Sunda di Banten, Indonesia. Lihat orang Baduy (Indonesia).
Suku Badui atau Badawi adalah sebuah suku pengembara yang ada di Jazirah Arab. Sebagaimana suku-suku pengembara lainnya, suku Badui berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari mengggembalakan kambing.
Suku Badui merupakan salah satu dari suku asli di Arab. Perawakan suku Badui yang khas menyebabkan suku ini dapat langsung dikenali. Perawakannya sebagaimana ditulis dalam buku-buku sejarah Arab: suku ini berperawakan tinggi, dengan hidung mancung. Lain halnya dengan suku pendatang yang ada di Arab, suku Badui tetap mempertahankan budaya dan cara hidup mengembara.
Istilah sebutan yang mengacu untuk Orang Kanekes sebagai Baduy berasal dari nama ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar